Positifnya cashflow terjadi ketika jumlah uang yang masuk lebih besar dari jumlah uang yang keluar. Ini menunjukkan bahwa bisnis atau individu memiliki lebih banyak uang tunai yang tersedia setelah memenuhi semua kewajiban finansial. Cashflow positif penting untuk menjaga likuiditas, membayar tagihan, membiayai investasi, dan mempersiapkan kejadian tak terduga.
Di sisi lain, cashflow negatif terjadi ketika jumlah uang yang keluar lebih besar dari jumlah uang yang masuk. Hal ini menandakan bahwa bisnis atau individu mengalami kesulitan keuangan dan mungkin menghadapi masalah likuiditas. Cashflow negatif dapat mengarah pada pembayaran keterlambatan, penundaan investasi, dan bahkan kebangkrutan jika tidak diatasi dengan tepat.
Memantau dan mengelola cashflow dengan baik sangat penting untuk menjaga stabilitas keuangan. Hal ini melibatkan pengelolaan pendapatan dan pengeluaran dengan cermat, pemantauan tagihan yang harus dibayar, merencanakan keuangan jangka pendek dan jangka panjang, dan memiliki cadangan dana darurat untuk mengatasi situasi yang tidak terduga.
Analisis cashflow juga penting dalam pengambilan keputusan bisnis. Dengan memahami pola arus kas, bisnis dapat mengidentifikasi sumber-sumber penghasilan yang paling menguntungkan, mengelola pengeluaran secara efisien, dan mengoptimalkan penggunaan dana untuk mencapai tujuan keuangan.
Dengan pemahaman yang baik tentang cashflow, baik dalam konteks bisnis maupun keuangan pribadi, individu dan organisasi dapat mengelola keuangan mereka dengan lebih efektif, menghindari masalah likuiditas, dan mencapai keberlanjutan keuangan jangka panjang.

